Saya melihat dan mendengar banyak kisah kandasnya jalinan cinta, mulai dari bubar pacaran sampai perceraian, yang dialami oleh teman, saudara dan seterusnya.

Kadang kita berpikir, perpisahan itu muncul karena pendeknya usia pernikahan. Tapi faktanya, ada yang bercerai setelah 30 tahun menikah, ada juga yang berpisah di tahun ketiga pernikahan.

Kuat tidaknya ikatan cinta ternyata tidak ditentukan oleh waktu, tapi oleh cinta itu sendiri. Oleh seberapa yakin hati ini mempercayai dia sebagai bagian dari diri kita.

Pasangan yang bertahun-tahun pacaran belum tentu bisa melanjutkan hidup di bawah satu atap pernikahan. Sementara dua sejoli yang baru diperkenalkan dalam satu kesempatan, bisa memantapkan hati untuk hidup bersama selamanya.

Kepercayaan pada pasangan adalah kunci utama agar cinta itu abadi selamanya. Pun cinta pada pasangan menjadi kunci ajeknya kepercayaan kepada si dia.

Agar dua kunci itu terikat, terjalin dan terangkai, selami cintamu dengan hati. Percayakan hatimu dengan cinta. Jangan biarkan pikiranmu terbelenggu oleh pertanyaan, “Apakah dia bagian dari diriku, atau orang lain yang hidup bersamaku.” #katajet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.