Jadi siapa yang mati, Is?

Pertanyaan di grup WhatsApp itu mengingatkan saya. Sampai saat ini, belum ada satu pun ulasan yang saya tulis setelah menikmati #AvengersEndGame.

Lagian bingung mau cerita apa. Banyak yang teriak, “Jangan bocor woy. Awas spoiler”. Terus kalau gak boleh cerita isinya, apa dong yang boleh diceritain. Sedikit banyak pasti ada bocoran yang diceritakan, lantaran banyak kejutan yang sengaja dirahasiakan tim pemasaran film.

Tapi jangan khawatir. Gue tetap gak akan bocorin yang belum bocor kok.

Nonton film ini membuat saya dan penonton lain seperti terkena sengatan listrik berkali-kali dari kursi yang sengaja dipasangin kabel bertegangan tinggi. Kejutan menyebar di mana-mana, bersamaan dengan karakter kocak yang muncul begitu saja di layar. Praktis sensasinya terasa luar biasa.

Apalagi di hari pertama pemutarannya Selasa (24/4) kemarin, saya berada di tengah-tengah para maniak Marvel yang jauh-jauh hari sudah berjuang demi mendapatkan kursi di bioskop IMAX.

Semua kursi nonton perdana jelas terisi penuh. Ini benar-benar invasi Marvel atas dunia, tak terkecuali Indonesia yang mendapat jadwal penaklukan lebih dulu dibanding negara lain (jadwal rilis resminya di Amerika baru dimulai tanggal 26 April 2019).

Coba aja main ke twenty-one. Semua teater isinya Avengers semua. Bahkan XXI bikin jam tayang baru, yaitu jam 7 pagi. Gue sempat lihat di InstaStory ada yang jualan tiket karena pembelinya salah beli. Dia kira tayang jam 7 malam, gak taunya yang dibeli buat jam 7 pagi.

Saya dapet tiket di hari pertama karena keberuntungan. Kebetulan ada teman yang jual tiketnya yang gak jadi dia pakai karena satu dan lain hal. Udah gitu, jualnya pun murah, hanya Rp 75 ribu buat 2 tiket di posisi cakep: F14 dan F15.

LOS ANGELES, CA – APRIL 22: (EDITORS NOTE: Retransmission with alternate crop.) Director Joe Russo, Anthony Russo, Mark Ruffalo, Chris Evans, Robert Downey Jr., Scarlett Johansson, Jeremy Renner, Chris Hemsworth, Executive producer Jon Favreau, President of Marvel Studios/Producer Kevin Feige, and Executive producer Louis D’Esposito attend the Los Angeles World Premiere of Marvel Studios’ “Avengers: Endgame” at the Los Angeles Convention Center on April 23, 2019 in Los Angeles, California. (Photo by Alberto E. Rodriguez/Getty Images for Disney)

Begitu saya cek di aplikasi M-Tix, tiket hari pertama di Teater IMAX Gandaria City XXI sudah habis terjual (kecuali satu baris kursi G yang sengaja gak dijual karena dialokasikan buat mitra XXI, dan itulah sebabnya barisan di depan saya itu banyak yang kosong). Begitu juga di hampir semua teater di bioskop lainnya.

Kehebohan para penonton sudah terasa dari awal. Begitu film dimulai, semua bertepuk tangan. Lalu ketika satu jagoan muncul, tepuk tangan lagi. Ketika ada badut muncul, semua tertawa terbahak. Saya pun gak ada habisnya mlototin bagian bawah si badut. Dan begitu film usai, tepuk tangan lebih meriah diberikan saat nama aktor Tony Stark muncul di layar.

Ekspresi mereka juga terasa menggetarkan bioskop. Awalnya rada berisik, tapi ada beberapa orang yang ssst beberapa kali. Lalu semua sepakat untuk diam. Dan gue baru benar-benar merasakan suasana yang hening banget setelah kubu musuh berhasil dikalahkan oleh kubu jagoan. Semuanya dieem. Nafas hampir 400 penonton gak ada yang terdengar satupun! Saking mereka terhanyut dalam emosi.

Buat yang belum tahu, film ini merupakan kelanjutan dari Avengers Invinity Game yang berakhir tragis. Separuh jagoan Marvel yang maen di situ tewas begitu saja menjadi debu. Wuuusss. Jasadnya hilang dibawa angin.

Abis nonton itu, gue dan penonton lain jelas-jelas gedek menyaksikan tangan dingin sutradara meramu film. Gak ada perasaannya sama sekali!

Makanya gak aneh kalau yang bikin penasaran penonton sekarang adalah: siapa yang mati kali ini? Siapa aja, tepatnya. Bahkan sampai ada taruhan judi apakah Tony Stark mati atau hidup di film ini. Gila kan?

Kalau nanya ending-nya, enggak pentinglah. Judul filmnya aja udah jelas. EndGame.

Nah, temen saya di grup WA tadi penasaran juga ama Natasha. Penasaran juga ama Thanos. Semua pemain film ditanyain mati apa enggak, persis kayak ibu guru absen di kelas.

Sebelum EndGame beredar, saya sengaja nonton lagi film pertamanya. Sama aja. Film itu benar-benar berakhir dingin. Jagoan kalah. Banyak yang mati. Random. Disapu jentikan jari Thanos yang ingin separuh populasi dunia hilang agar muncul keseimbangan baru.

Sekalipun ditentang oleh ‘putri’-nya dan semua jagoan, Thanos tetap pada pendiriannya bahwa dunia ini akan jauh lebih baik jika isinya dihapus setengah. Bahkan sang raksasa rela membunuh putrinya demi mendapatkan Batu Jiwa.

Dari sekian banyak batu yang berhasil diambil Thanos, Batu Waktu memang cukup aneh ceritanya. Mustahil seorang Dr Strange (baca: Doktor Aneh) yang keras kepala mau menyerahkan batu itu demi membantu rekannya. Alasannya apa coba? Benar-benar aneh!

Nah, di film lanjutannya ini, pahlawan yang masih hidup ditantang untuk berani melanjutkan peperangan melawan Thanos dan Waktu.

Gak semua berani berhadapan dengan sang kiamat yang mengerikan ini. Semua jagoan sudah melihat kesaktian Sang Penguasa Batu. Dan kebengisannya. Dan ambisinya. Thanos sang pencabut nyawa. Siapa yang berani menghadapinya?

Sang sutradara lalu meramu cerita menjadi sedetil, serunut dan sealami mungkin. Saat larut dalam cerita, saya sempat gak percaya bahwa film yang sedang di putar di layar IMAX 2D adalah film berantem. Bahkan film berantem terhebat yang pernah dibuat oleh Sang Perkasa Marvel.

Tapi justru di situ nikmatnya. Apalagi ketika perang berkecamuk. Jalinan cerita yang dibangun dari awal sampai 2/3 film menjadi penguat ketegangan, kegalauan dan kengerian aksi yang berjalan cepat hingga film berakhir. Juga penguat kepuasan penonton, tentunya.

Stop.

Cukup itu dulu. Kalau gue lanjutin, ntar benar-benar bocor nih film.

Catatan: Begitu filmnya kelar, langsung cabut aja gak usah nunggu cuplikan Avengers berikutnya. Abang bioskop mau buru-buru bersihin kursi buat penonton berikutnya yang udah antri. Pengumuman bahwa gak ada cuplikan bahkan dipajang di meja pembelian tiket. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.