Ada banyak aturan main dalam menggunakan media sosial yang harus diketahui oleh para guru dan pengajar di kelas, khususnya untuk mereka yang mengajar murid kategori anak-anak (TK, SD).

Bila Anda seorang guru dan tidak tahu caranya, jangan minder. Karena di Amerika Serikat sana, hanya satu dari 10 guru SD-SMA yang bisa menggunakan media sosial secara profesional (dalam arti terkendali dan tidak membahayakan profesinya sebagai guru). Demikian hasil survei yang digelar University of Pheonix, tiga tahun silam.

Ada banyak teknik dan kiat yang perlu diketahui dan dikuasai oleh guru pada saat menggunakan Facebook, Instagram, Twitter dan sejenisnya.

Di sini saya akan membagikan satu kiat pentingnya, yaitu: Jangan pernah menyebarkan wajah atau nama murid Anda ke media sosial tanpa sepengetahuan atau seizin orangtuanya atau si muridnya sendiri.

Kalau pun dibolehkan, wajah si murid sepatutnya dibuat tidak jelas (di-blur). Identitasnya juga tidak boleh disebutkan secara lengkap, apalagi sampai menyebutkan nama orang tua dan tempat tinggalnya. Itu sama sekali tidak perlu (dan justru membahayakan si murid, si guru dan sekolah).

O iya, kalau lagi foto kegiatan sekolah, perhatikan juga cermin yang ada di ruangan. Jangan sampai pengikutmu di medsos bisa mengenali wajah murid dari pantulan cermin tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.