Hari ini, 3.714 calon pelajar atau capel Gontor akan menerima kepastian apakah mereka diterima jadi santri Pondok Modern Darussalam Gontor atau ditolak. Ingatan saya lalu terbang ke tahun 1991. Dan foto ini jadi satu-satunya kenangan manis Capel 1991.

Pagi itu, begitu nomor-nomor ujian dibacakan, satu dua capel terlihat melesat naik ke atas masjid. Lama-lama santri yang berhamburan semakin banyak. Seperti lesatan peluru dari senapan semiotomatis.

Sepatu-sepatu dilepas begitu saja di anak tangga terbawah. Bertumpukan berserakan di mana-mana. Banyak juga yang masih sempat menentengnya sambil berlari cepat-cepat.

Saat jantung ini masih deg-degan menanti panggilan dalam kelompok capel yang dinyatakan lulus, nomor ujian saya pun disebut. Perasaan sumringah luar biasa langsung menyergap tubuh. Badan ini sekonyong-konyong ikut ngacir ke masjid di atas sana, melangkahi anak tangga, seakan sedang terbang dengan kedua tangan mengembang, mengibaskan awan-awan yang ikut tersenyum merayakan kebahagiaan ini.

Lalu dalam sekejap, jidat saya sudah menempel di atas ubin hijau Masjid Gontor. Menempel lamaa sekali. Bersujud syukur atas nikmat-Nya. Dan banyak capel lain yang melakukan hal serupa, memenuhi bagian dalam masjid.

Setelah lulus Gontor, saya ikut ujian masuk kelas 2 dan lulus bersama sekitar 90 orang lainnya. Gontor memang memberi kesempatan santri baru untuk langsung duduk di kelas 2, 3 dan 4, asalkan lulus ujian.

Sampai kapanpun, masuk Gontor adalah sebuah perjuangan. Karena tidak sedikit anak Indonesia yang ingin menjadi santri di pesantren berusia hampir 100 tahun ini. Apalagi sejak Negeri Lima Menara menghibur fantasi mereka dan Ziggy Zaga versi Zikir Zakat menggelegar di telinga mereka.

Di tahun 1991, santri yang mendaftar sekitar 1.300 dan yang diterima sebagai santri hanya sekitar 700 capel atau sekitar 54 persennya.

Waktu itu, Gontor belum dinomorin. Belum ada Gontor 1, Gontor 2 dan seterusnya. Gontor hanya punya satu kampus di Mlarak, Ponorogo. Selebihnya adalahnya pondok-pondok pesantren alumni yang siap menerima Capel Gontor yang belum beruntung.

Karena hanya ada satu Gontor, penerimaan santri sangat tergantung kapasitas kamar yang ada. Waktu itu, hanya ada tiga asrama untuk santri baru, yaitu Gedung Baru Sighor (GBS), Gedung Baru Kibar (GBK) dan Rayon Calon Kibar Baru (RCKB).

GBS dan GBK masing-masing punya 6 kamar berkapasitas 40an orang. Gedungnya masih satu lantai dengan genteng usang warna coklat yang mulai menghitam. Sedangkan RCKB punya 4 kamar dengan kapasitas hanya 30 orang. Gedung ini gak punya atap karena berada di bawah Masjid Gontor.

Kalau sekarang, jumlah santri yang diterima terus meningkat seiring bertambahnya kampus Gontor di banyak daerah. Bahkan mulai tahun ini, calon wali santri diminta menandatangani surat kesediaan anaknya ditempatkan di kampus Gontor yang berada di luar pulau Jawa–mulai dari Aceh sampai Poso.

Tahun lalu saja, dari 3.241 capel yang ikut ujian tulis, Gontor menerima 2.641 santri baru. Artinya, 81,49 persen capel lulus masuk Gontor. Tahun ini yang lulus bisa lebih banyak dari tahun lalu.Cara Gontor menerima santri selalu sama dari tahun ke tahun. Calon wali santri harus datang ke pondok mendaftarkan anaknya sendiri dan membayar langsung semua biaya yang dibutuhkan.

Setelah itu, capel menjalani ujian lisan sesuai jadwal yang didapat, dan menjalani ujian tulis serempak di ruang-ruang kelas.

Cara Gontor mengumumkan capel yang lulus juga selalu sama. Para capel dikumpulkan di depan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) dan orang tua berdesakan di sekelilingnya. Nomor capel yang lulus atau tidak lulus dibacakan satu per satu. Hanya nomor, sehingga setiap orang fokus pada nomor yang ada di tangannya.

Hari ini, 3.714 capel dan orang tua mereka menyemut di Gontor menanti kepastian, apakah mereka diterima jadi santri Gontor atau tidak.

Semoga yang terbaik untuk kalian yang sedang berkumpul di depan BPPM sana.

Tabik,
@iskandarjet, alumnus 696

Update 20 Juni 2019:

Berikut hasil penerimaan santri baru putra di Pondok Modern Darussalam Gontor yang diumumkan kemarin pagi. Dari 3.714 calon pelajar yang mengikuti ujian tulis tahun ini, total ada 2.824 anak (76%) yang dinyatakan lulus dan diterima nyantri di Gontor.

Berikut rinciannya:

Calon Pelajar: 3.714

Diterima di Gontor 1, Ponorogo: 1.007

Diterima di Gontor 2, Ponorogo: 401

Diterima di Gontor 3, Kediri: 450

Diterima di Gontor 5, Banyuwangi: 500

Diterima di Gontor 6, Magelang: 401

Diterima di Gontor 9, Lampung Selatan: 65

Tidak Lulus: 890

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.