Ini adalah Subuh pertama saya di depan Ka’bah. Aroma pagi itu sangat berkesan dan menancap dalam-dalam lewat indera penciuman dan pendengaran dan penglihatan.

Jarum jam menunjukkan pukul setengah lima saat azan kedua berkumandang di semua pengeras suara Masjidil Haram. Yup, di masjid paling mulia ini, azan dikumandangkan dua kali, yang pertama sekitar satu jam sebelum waktu shalat tiba.

Hari itu, 7 Oktober 2019, cuaca di Makkah sangat menyenangkan. Udara tidak terlalu panas karena musim hujan masih belum beranjak dari Arab Saudi. Beberapa kali hujan turun, tapi tidak setiap waktu apalagi setiap hari.

Udara di pagi pertama cukup cerah dengan hembusan angin yang normal.
Yang istimewa dari Subuh perdana adalah kesempatan bertemu dengan Imam Masjidil Haram sebelum dan setelah shalat.

Pagi itu, yang menjadi imam shalat adalah Sheikh Shuraim. Kebetulan posisi saya di dekat Rukun Yamani yang sejajar dengan Pintu Raja Abdul Aziz. Sebelum azan selesai dikumandangkan, askar yang mengawal rombongan imam sudah bergerak mengamankan jalan. Termasuk menghalau orang-orang yang sedang tawaf.

Melihat kesigapan mereka, saya langsung menyalakan kamera dengan harapan ada sesuatu yang menarik setelahnya.

Berhubung ini umroh perdana dan shalat jamaah pertama di dekat Ka’bah, saya tidak punya petunjuk sama sekali soal kapan dan bagaimana rombongan imam datang.

Jujur dulu sempat penasaran. Tapi saat persiapan umroh malah gak kepikiran untuk mencari tahu soal suasana shalat jamaah dan imam masjid di Masjidil Haram. Dalam hati berkata, ah nanti juga tahu sendirilah…. 🙂

Dan benar saja. Rasa penasaran itu terjawab di pagi pertama berada di Makkah. Syeikh Shuraim berjalan cepat persis di depan saya. Kepalanya menunduk sepanjang perjalanan. Langkahnya cepat. Tidak menengok ke kanan atau ke kiri.

Saat balik ke kediamannya usai memimpin shalat berjamaah pun sama. Dia bergerak cepat dan melintas di depan saya. Bibirnya tak berhenti bergerak. Saya menduga beliau sedang melanjutkan zikirnya sambil menjawab menjawab salam dari jamaah yang melemparkan ‘assalamu’alaikum’ kepadanya. Termasuk saya.

Selamat menyaksikan suasana Subuh di depan Ka’bah dan detik-detik kedatangan kepergian syeikh Imam Masjidil Haram.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.