pada sejuta bayang ku beredar bergetar berpijar terungkap satu wajah terpendam di dalamnya citra berbeda ku putar kembali gelombang, kupejamkan gelembung putih membentuk garis jangkar terungkap dua wajah bersinar darinya sekian ingin berbeda ku sandarkan di bawah pohon ke satu titik pijak di tengah lingkaran semua terlihat mudah untuk siapa saja memilih bergerak ke sisi mananya… tapi untukku tidak! pada pijakan ini aku menunggu apapun yang datang menuntun tangan terkepal tapi tiada tenaga terengkuh hanya mereka yang membawaku ke kanan, aku ke kanan karena dia yang menggiringku ke kiri, aku ke kiri entah siapa diri itu tak tahu siapa diri ini tak bergerak diam dalam terendak kecuali lilin itu dinyalakan, dia siap dihilangkan ramai kembali ketika ramai kembali sepi menyepi terasa ramai sendiri gembira menyapa bersama senang bertandang sedih hatinya sungguh hati sedih adanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.