Teks pidato itu menyebar secepat kilat. Belum selesai siaran langsung Pidato Kemenangan Presiden Terpilih 2019-2024 Joko Widodo di Sentul semalam, saya sudah melihat isi pidatonya dalam bentuk tulisan di salah satu grup WhatsApp.

Pidato Presiden Terpilih
“Visi Indonesia”
14 Juli 2019

Begitu tertulis di bagian atas naskah yang dikirim oleh salah seorang anggota grup, entah dari mana, entah siapa penulisnya. Saya lalu menanyakan siapa penulis naskah Presiden Jokowi ke seorang teman di istana, dia mengaku belum mengetahuinya. Tapi dia mengonfirmasi bahwa naskah ini asli.

Pertanyaan itu penting saya ajukan dalam rangka mengecek sumber naskah. Sebelumnya, saya sudah mencermati sekilas apa yang disampaikan Jokowi di hadapan puluhan ribu pendukung dengan apa yang tersebar di grup WhatsApp. Saya putar lagi siaran langsung Kompas TV ke bagian pidato yang disampaikan setelah pentas musik dari beberapa artis.

Setelah menemukan banyak kata kunci yang sama dengan teks yang ada, saya pun yakin teks itu asli dan tidak ada masalah dengan isinya. Kemudian saya sebarkan ke grup WA lain dan ke Facebook. Agar semua orang bisa membacanya.

Semula saya mengira yang saya sebar adalah transkrip atau salinan teks dari apa yang diucapkan Jokowi di atas panggung. Sulit dipercaya sih, karena setidaknya butuh waktu sekitar setengah jam untuk menuntaskan transkrip sebuah pidato.

Tapi setelah saya cermati lagi pidatonya dari awal, ternyata ada banyak perbedaan antara apa yang diucapkan dan apa yang tertulis.

Saya pun memutuskan untuk menyimak kembali pidato Jokowi dari awal sampai akhir, sambil mengedit tulisan tadi agar cocok 100% dengan apa yang diucapkan oleh Jokowi.

Dari situ saya tahu bahwa apa yang disebar di grup WhatsApp adalah naskah pidato, yaitu apa yang semestinya dibaca oleh Jokowi saat berpidato.

Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato pada “Visi Indonesia” di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019). Joko Widodo menyampaikan visi untuk membangun Indonesia di periode kedua pemerintahannya. Di antaranya, pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi dan efektifitas serta efisiensi alokasi dan penggunaan APBN. (ANTARA FOTO/HAFIDSZ MUBARAK A)

Naskah itu saya bayangkan ditampilkan pada teleprompter yang mudah dilihat oleh presiden selama dia berpidato. Bila Anda perhatikan video pidato, sesekali akan terlihat air muka Jokowi sedang membaca teks.

Tapi dari sisi isi, pidato Jokowi sama dengan naskah yang sudah disiapkan oleh sang penulis naskah yang saya yakini proses pembuatannya tidak lepas dari apa yang ingin disampaikan Jokowi. Gaya bahasanya pun tidak lepas dari apa yang biasa disampaikan presiden setiap kali menyampaikan sambutan.

Sebagian besar kalimat yang diucapkan Jokowi sama persis dengan naskah yang sudah disiapkan. Tapi saya perhatikan Jokowi banyak berimprovisasi pada beberapa bagian yang dia rasa perlu penekanan lebih.

Bahkan ada beberapa bagian yang diulang, dan ada sekian bagian kalimat yang sama sekali tidak tertulis di naskah. Presiden juga sering menambahkan kata ‘yang’ dalam pidatonya sehingga jumlah yang dalam transkrip akan terlihat lebih banyak dibandingkan naskahnya.

Orasi “Visi Indonesia” Presiden Jokowi. (ANTARA FOTO/HAFIDSZ MUBARAK A)

Sesungguhnya, dalam setiap orasinya, para pemimpin tidak lepas dari naskah yang sudah disiapkan, kecuali mereka yang memang sejak awal kiprahnya dikenal sebagai orator atau singa panggung.

Semalam, penampilan Presiden Jokowi sebagai seorang orator layak diacungi dua jempol. Dengan gayanya yang khas, Jokowi mampu menghipnotis hadirin yang tak henti-henti meneriakkan namanya dan bersorak atas rencana kerjanya ke depan. Apalagi yang berkaitan dengan penindakan tegas atas kualitas kerja di bawah standar dan pelanggaran atas aturan main yang berlaku.

Dia piawai mengikuti alur naskah, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf. Namun naskah yang telah disiapkan itu tidak dibaca begitu saja. Interaksi dan emosinya dengan pemirsa terasa kuat. Jokowi sering diam menunggu suara gemuruh ruangan reda untuk kemudian melanjutkan orasi.

Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (kedua kiri) dan KH Ma’ruf Amin (kedua kanan) bersama Ibu Iriana Joko Widodo (kiri) dan Ibu Wury Estu Handayani (kanan) menyapa pendukung sebelum memberikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019). (ANTARA FOTO/HAFIDSZ MUBARAK A)

Sehingga secara umum, Presiden Jokowi terlihat tampil prima dengan struktur kalimat yang baik dan isi pidato yang runut, intim dan teratur, dari awal sampai akhir.

Buat kalian yang ingin tahu isi pidato #VisiIndonesia, berikut transkrip pidato Presiden Jokowi yang saya buat berdasarkan apa yang disampaikan Presiden Jokowi di atas panggung:

TRANSKRIP PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO, PRESIDEN TERPILIH 2019-2024
“VISI INDONESIA”

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan

Bapak, Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai yang saya banggakan.
Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Saangat dinamis. Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui: penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan-kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, yang sering jauh dari itungan-itungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, sebuah cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah-masalah yang kita hadapi. Dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau.

Kita harus meninggalkan cara-cara lama, kita harus meninggalkan pola-pola lama. Baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga-lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, harus kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, harus kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi. Dalam menghadapi perubahan-perubahan itu.

Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

YANG PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Akan terus kita lanjutkan. Infrastruktur yang besar-besar telah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur-infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara, dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, kita sambungkan dengan kawasan-kawasan ekonomi khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Arahnya harus ke sana. Fokusnya harus kesana.

Bapak Ibu sekalian yang saya hormati,

Kita juga jangan lupa menyambungkan infrastruktur -infrastruktur itu dengan kawasan-kawasan persawahan, dengan kawasan-kawasan perkebunan, dengan tambak-tambak perikanan. Sambungkan ke sana, sambungkan ke sana, sambungkan ke sana.

YANG KEDUA, kita akan menggeser, yaitu kepada pembangunan sumber daya manusia. Kita ingin memberikan prioritas pembangunan kepada sumber daya kita. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Dan titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, sejak hamil. Kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak-anak sekolah kita. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan. Itu yang harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, jangan sampai ada kematian ibu, kematian bayi yang meningkat. Tugas besar kita ada di situ!

Kemudian juga kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, akan memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga-lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta yang hebat, yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

KEMUDIAN YANG KETIGA, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya, yang seluas-luasnya. Dalam rangka apa? Dalam rangka membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Karena dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka yang sebesar-besarnya.

Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas. Baik itu perizinan yang lambat, yang berbelit-belit, apalagi yang ada punglinya! Hati-hati. Hati-hati. Ke depan, ke depan, saya pastikan akan saya kejar! Akan saya kejar, makan saya kontrol, akan saya cek, dan akan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi, karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya.

YANG KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga-lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Ini juga, hati-hati! Kalau pola pikir, kalau mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Tolong ini dicatat. Karena kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi kita. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas dan saya copot pejabatnya! Oleh sebab itu, butuh menteri-menteri yang berani. Kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, sekali lagi, kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, saya pastikan saya bubarkan!

Bapak Ibu dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Tidak ada lagi pola pikir pola pikir lama! Kita juga tidak ingin ada lagi pola-pola kerja yang linier. Tidak ada lagi kerja-kerja yang hanya rutinitas. Tidak ada lagi kerja-kerja yang monoton yang begitu-begitu saja. Tidak ada lagi kerja di zona yang nyaman! Penyakit kita ada di situ.

Kita harus berubah! Kita harus berubah! Sekali lagi, kita harus berubah! Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, yang menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, Indonesia yang produkti, Indonesia yang inovatif, Indonesia yang kompetitif.

YANG KELIMA, kita harus menjamin bahwa penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Karena setiap rupiah yang keluar dari APBN, semua harus dipastikan memberikan manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

Bapak Ibu Hadirin yang berbahagia

Namun, perlu saya ingatkan, bahwa mimpi-mimpi yang besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita ini adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas berada di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan-tantangan kompetisi global. Harus berani. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan itu. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa. Yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Setuju?

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Ingin menjadi oposisi. Asal jangan oposisi yang menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi yang menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, disertai dengan cacian, disertai dengan makian-makian.

Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Kita ini memiliki norma-norma agama, memiliki etika dan tata krama ketimuran, memiliki budaya yang luhur. Kita harus ini. Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa setanah air. Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila. Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu juga indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin kita semua, berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menjunjung tinggi kepribadian Indonesia, yang menjunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya yang tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga, mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semuanya. Tapi ini, saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju. Karena kita mampu jika kita bersatu!

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Om santi santi om
Namu budhaya
Semoga Tuhan memberkati kita

Sentul Convention Center, 14 Juli 2019
PRESIDEN TERPILIH,
JOKO WIDODO

Transkrip pidato di atas saya tulis berdasarkan rekaman pidato di video berikut:

Sementara itu, isi naskah pidato yang sudah disiapkan tidak berbeda jauh dengan apa yang disampaikan presiden di atas panggung. Berikut naskah Visi Indonesia yang saya dapat dari grup WhatsApp sebelah:

Pidato Presiden Terpilih
“Visi Indonesia”
14 Juli 2019

Assalamuallaikum wr. Wb
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan

Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

KEDUA, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

KETIGA, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF, Indonesia yang KOMPETITIF.

KELIMA, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

BAPAK IBU DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Kita memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa! Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin, semua kita berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bogor, 14 Juli 2019
PRESIDEN TERPILIH,
JOKO WIDODO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.