Tiga Tradisi Memukau di Disneyland Hong Kong

Keluarga asal Filipina ini sangat beruntung mendapatkan kunci emas untuk membuka gerbang Negeri Disneyland. (iskandarjet)

Awalnya, saya berpikir, mengunjungi Disneyland Hong Kong di musim semi dengan cuaca dingin dan curah hujan yang tidak menentu bukanlah pilihan yang pas. Saat tiba di terminal bis (tempat berhentinya semua bis Disney), Rabu (7/3/2012), hujan rintik-rintik mulai turun. Beberapa kali saya dan teman-teman wartawan dari Indonesia terpaksa berteduh saat hujan membesar. Perjalanan menuju pintu gerbang yang berada sekitar setengah kilometer dari terminal bis dan stasiun kereta terasa lama.

Suasana sepanjang pelataran yang luas itu sunyi, tidak ada rombongan lain. Saya menduga, Disneyland hari itu akan sepi pengunjung.

Tapi ternyata sepinya suasana di sepanjang pelataran menuju pintu gerbang Disneyland bukan karena hujan yang turun sedikit demi sedikit, tapi karena Disneyland mulai beroperasi sekitar jam sepuluh, sedangkan saya tiba di sana sebelum jam sembilan.

Upacara Pembukaan Disneyland

Meskipun masih pagi, kerumunan orang sudah terlihat di depan pintu masuk. Lalu menjelang dibukanya Disneyland sekitar pukul 09:30 waktu setempat, suasana semakin ramai. Mereka umumnya datang dalam satu kelompok keluarga (ayah, ibu dan anak), tapi ada juga rombongan besar yang notabene adalah turis asing.

Mereka berkerumun di depan pintu masuk sambil menunggu upacara pembukaan (opening ceremony) dimulai. Sedangkan kami, rombongan “Indonesian Media Fam 2012”, dipersilakan masuk melewati pintu gerbang agar bisa menyaksikan prosesi upacara lebih dekat.

Upacara pembukaan? Ya, setiap hari, Disneyland menggelar tradisi pembukaan sebelum para pengunjung dipersilakan masuk. Inilah tradisi harian yang berlangsung di wahana hiburan yang sejak dibuka tahun 2005 telah dikunjungi oleh lebih dari 31 juta orang dari seluruh dunia.

Tradisi itu satu paket dengan pagelaran parade Disneyland di siang menjelang sore hari dan pesta kembang api di depan Sleeping Beauty Castle yang diadakan di penghujung malam-pertanda telah ditutupnya wahana Disneyland. Ketiga tradisi tadi (pembukaan parade dan kembang api) dikemas dengan bagus dan menjadi daya tarik tersendiri bagi Disneyland.

Upacara pembukaan Disneyland dimulai dengan kedatangan Mickey dan Minnie dengan menggunakan mobil khusus. Kostum dan topeng yang digunakan oleh dua orang talent itu terlihat sangat bersih dan mengkilat. Senyum lebar yang melekat pada topeng Mickey dan Minnie sontak membuat anak-anak bersorai memanggil-manggil dan melambaikan tangan. Keduanya berjalan membalas lambaian tangan para penggemarnya yang masih berada di luar pintu masuk.

Sesaat kemudian, sepasang keluarga dari Filipina dipersilakan masuk melewati pintu berakses kartu elektrik yang dibuat mirip dengan pintu masuk di semua stasiun Mass Transit Railway (MTR) Hong Kong. Mereka adalah keluarga yang beruntung (disebut sebagai “lucky family“). Jenny Dam dari Disneyland menjelaskan, setiap hari pihaknya memilih satu keluarga yang beruntung untuk secara simbolis membuka Disneyland Park.

“Pemilihannya dilakukan secara acak. Bukan dengan undian atau dipilih khusus,” kata Jenny.

Keluarga yang beruntung itu lalu berfoto bersama dengan Mickey dan Minnie di depan Disneyland dengan latar taman bunga warna-warni bergambar kepala Mickey. Kemudian mereka memegang kunci berwarna emas dan memasukkannya ke kepala Mickey sebagai simbol dibukanya Disneyland untuk umum. Prosesi tersebut dihadiri oleh para awak Disneyland dan ditonton oleh ratusan calon pengunjung yang sudah mengantri di depan pintu masuk.

Parade Disneyland

Tradisi kedua yang dinanti-nantikan oleh para pengunjung adalah parade Disneyland. Parade diadakan sekitar pukul 15:30 atau saat para pengunjung selesai menikmati makan siang. Harap dicatat, pengunjung tidak dibolehkan membawa makanan dan minuman saat memasuki pintu masuk. Di Disneyland Park tersedia banyak rumah makan yang menyediakan ragam masakan mulai dari masakan China sampai masakan Eropa.

Parade beratraksi dari depan Sleeping Beauty Castle yang menjadi ikon Disneyland Hongkong, melintasi di jalan utama menuju sisi depan Disneyland, lalu memutar kembali ke tempat parade ini dimulai di kawasan Tomorrow Land.

Setengah jam sebelum parade dimulai, para pengunjung sudah duduk-duduk di sepanjang jalan, memilih tempat terbaik. Para petugas mulai mensterilkan lintasan parade dengan memasang tali dan berjaga-jaga di beberapa titik.

Parade dimulai dengan mobil bertuliskan “Flights of Fantasy” yang membawa tokoh Dumbo berukuran besar dan sahabatnya, Timothy Q. Mouse, yang melambai-lambaikan tangan dari atas topi Dumbo. Grup drum band beratraksi di belakangnya, disusul dengan parade tokoh-tokoh kartun Disney lainnya.

Setiap tokoh tampil dengan atraksi menarik di atas kendaraan parade. Dan setiap kelompok parade dengan kelompok penampil yang menari-nari dalam balutan kostum senada dengan tokoh yang diiringi. Selain tokoh Winnie The Pooh, Mickey dan kawan-kawan, serta Lilo and Stitch, tokoh lain yang tak kalah menarik adalah parade para tuan putri (princess) Disney yang berkumpul di satu kelompok parade.

Anak-anak kecil sontak melambai-lambaikan tangan ke arah Snow White, Cinderella, Belle dan Aurora yang berdiri anggun di atas angsa putih berukuran besar yang dihiasi dengan bunga-bunga indah.

Pesta Kembang Api Disneyland

Setelah parade berlalu, para pengunjung kembali memenuhi jalanan. Sebagian kembali ke toko-toko souvenir yang ada di pinggir jalan, sebagian lain melanjutkan petualangannya di Disneyland hingga malam tiba.

Pada pukul tujuh malam, pemandu rombongan wartawan mengingatkan agar kami berkumpul tepat di depan Sleeping Beauty Castle sebelum jam delapan malam. Karena kalau lewat dari jam itu, jalanan dipastikan sudah dipenuhi oleh banyak orang yang ingin menantikan pesta kembang api di atas Sleeping Beauty Castle.

Kebetulan waktu itu penjelajahan di Disneyland sudah berakhir. Hampir semua wahana bagus sudah saya nikmati bersama wartawan dari Indonesia. Tentunya hanya wahana yang bisa dinikmati bersama orang dewasa. Banyak wahana-wahana  untuk anak usia SD yang sengaja dilewatkan demi efisiensi waktu. Karena kalau mengejar semua permainan dan pertunjukan, bisa menghabiskan waktu dua hari!

Saya lalu memilih untuk menghabiskan waktu di toko souvenir sambil menunggu acara pesta kembang api. Dan benar saja apa yang diwanti-wanti pemandu rombongan. Saat saya keluar dari toko jam delapan lewat, suasana di luar sudah sangat ramai. Orang-orang berkumpul di semua penjuru. Mata mereka tertuju pada satu bangunan istana besar. Lalu aneka corak kembang api meluncur bersahutan, memeriahkan malam yang semakin dingin.

Ketika tubuh ini merangsek ke bagian depan, semakin banyak kelompok keluarga bersama anak-anaknya yang terlihat duduk-duduk menikmati kembang api. Sementara orang dewasa tak henti-hentinya mengabadikan pesta cahaya malam itu dengan kamera di tangan. (bersambung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini