Puisi untukmu, Kahla

Matanya bundar beredar Menatap si kakak, semuanya berlari ke sana Tangannya kokoh melempar Bola terbang, semuanya jatuh di sana Kahlaku sayang, Kahlaku sayang Ku sebut namamu terang-terang Di waktu tidurmu tersenyum riang Lurus kakimu besok kau terbang Satu hari ku berkata Mengapa kau belanja banyak kudapan Lalu kau jawab memangnya kenapa Papa mama belanja lebih

Read More

Adanya dia atau tiada

hujan di belakang remang-remang berhenti sekali, menderas berkali-kali aku tak lagi ikut dalam iramanya geluduk menyambar menggelapkan ronanya angin bertiup kencang dalam dekapnya memaksa kaki melonjor di atas kasurnya lalu ku tanya pada diri sendiri apa yang sedang terjadi apakah hujan itu turun di sini untuk ku sendiri? lalu ku tutup pintu berderek kusennya itu

Read More