Menanti Jokowi di El Tari (#KunkerPresiden 3)

Sekelompok ibu-ibu berseragam batik terlihat heboh di ruang tunggu Terminal VIP Bandara El Tari Kupang. “Maklum ya, Pak. Namanya juga mau ketemu presiden,” kata salah seorang dari mereka kepada saya dan Mas Gapey yang sedang duduk manis di sofa panjang coklat.

Jarum jam menunjukkan pukul 14.55. Dari balik kaca jendela, ibu-ibu itu saling tunjuk dan memastikan dugaannya. Mereka yakin betul yang mendarat sesaat lalu adalah Presiden Jokowi. Padahal kepada kami berdua, Mas Wawan dari Biro Pers Setneg sudah bilang bukan. “Presidennya masih di Labuan Bajo, Bu,” terangnya.

Sebenarnya, saya juga tidak kalah antusias dengan mereka. Tapi yang membuat saya penasaran bukan bertemu sosok Jokowi, tapi melihat sosok Pesawat Kepresidenan yang membawa rombongan ke Kupang, usai meresmikan Bandara Komodo di Labuan Bajo. Sambil membayangkan rasanya terbang bersama pesawat “Indonesia One” balik ke Jakarta besok sore.

Tapi begitu melihat pesawat yang mendarat berwarna putih polos (bukan biru-putih dengan tulisan Republik Indonesia), saya langsung selonjoran sambil melepas lelah. Berbeda dengan ibu-ibu tadi yang masih berdebat apakah Jokowi sudah tiba atau belum, lalu berlanjut ke perdebatan karangan bunga yang dibawa teman-temannya di luar sana.

Dan begitu tahu yang turun dari pesawat adalah Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Badrodin Haiti dan Mendagri Tjahjo Kumolo, barulah mereka percaya Jokowi belum tiba di Kupang.

Satu jam berselang, pesawat kepresidenan baru benar-benar mendarat dan merapat di terminal VIP Pemda NTT ini. Mendagri dan pejabat tinggi dari Jakarta bergegas membuat pagar betis tak jauh dari pintu terminal, sementara Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Muspida setempat bergerak merapat ke pesawat.

Berbarengan dengan pergerakan orang-orang penting tadi, tim karpet merah sigap bekerja cepat menggelar karpet di bawah tangga pesawat. Setelah semua siap, Paspampres berseragam batik merah berhamburan keluar dari pintu belakang, disusul oleh rombongan wartawan.

Lalu Presiden dan Ibu Negara menuruni tangga pesawat, menerima sambutan hangat berupa pengalungan kain tenun ikat khas NTT dari Gubernur. Setelah itu, rombongan masuk ruang tamu untuk kemudian bergegas masuk menuju lokasi peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kupang Tengah.

Semua berlangsung singkat. Roda waktu terasa berputar lebih cepat karena jadwal yang begitu padat….

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini