Disneyland Hong Kong, Dunia Penuh Keajaiban untuk Anak dan Keluarga

Di Disneyland, anak-anak bisa bertemu dengan Cinderella sungguhan. (iskandarjet)

Satu hari tidak akan cukup untuk bisa merasakan semua wahana di Disneyland Hongkong. Saat berkunjung ke sana dua minggu lalu, saya hanya bisa mencicipi beberapa wahana termasuk Toy Story Land, wahana terbaru dan eksklusif Disneyland Hongkong. Maka tak berlebihan jika pihak Disneyland menyediakan pilihan tiket dua-hari untuk saya.

Walhasil, lantaran tiket hari kedua tidak sempat digunakan (karena ketatnya jadwal kunjungan di Hong Kong), wahana dan permainan yang dijajal terbilang sedikit. Hanya beberapa tempat pilihan, khususnya permainan yang diperuntukkan bagi orang dewasa. Padahal di sana banyak sekali permainan yang bisa dinikmati, khususnya untuk para pengunjung yang sengaja datang dalam rangka menghadirkan keajaiban untuk anak-anak terkasih.

Taman permainan ini memang sangat cocok untuk memanjakan anak dan memang dibuat untuk anak-anak pecinta kartun-kartun Disney. Banyak sekali kelompok keluarga yang membawa balita, sehingga saya dengan mudah menemukan ‘tempat parkir’ kereta dorong di beberapa titik.

Bagi wisatawan asal Indonesia, Disneyland Hongkong menjadi pilihan ideal. Jarak tempuhnya hanya lima jam dari Jakarta, terdekat dibandingkan lokasi Disneyland lainnya. Total biaya yang dibutuhkan untuk menghabiskan waktu di sana juga relatif terjangkau. Masyarakat Indonesia sendiri, terang Jenny Dam dari Hongkong Disneyland Resort, berada di urutan keenam wisatawan asing yang berkunjung ke sana.

Karena itulah, pihak Disneyland menyediakan makanan bebas kandungan babi, meskipun, patut disayangkan, di sini belum tersedia tempat untuk shalat untuk pengunjung muslim.

Empat Kawasan

Disneyland Hongkong terdiri dari empat kawasan utama, yaitu Advantureland, Fantasyland dan Tomorrowland, Main Street USA dan yang terbaru, Toy Story Land.

Dari sekian banyak wahana, ada lima permainan yang digemari pengunjung Indonesia, yaitu: The Many Adventures of Winnie the Pooh, 3D Mickey’s Philhar Magic, The Golden Mickeys, Space Mountain, Buzz Lightyear Astro Blasters.

Fantasyland berisi permainan untuk anak-anak bersama tokoh fantasi mereka, seperti Dumbo The Flying Elephant, Cinderella Carousel dan It’s Small World yang menghadirkan atraksi boneka-boneka lucu berukuran mini. Pemutaran film 3D Mickey’s Philharmagic dan pertunjukan drama musikal di atas panggung bertajuk The Golden Mickey juga bisa Anda nikmati di kawasan ini.

Di Adventureland, tersedia beragam permainan penuh petualangan, termasuk perjalanan keliling sungai dengan efek yang memukau. Sedangkan Tomorrowland menghadirkan permainan bernuansa masa depan seperti pertunjukan canggih Stitch Encounter dan Buzz Lightyear. Di kawasan ini juga ada Space Mountain yang akan membawa Anda ke luar angkasa dengan kendaraan super cepat.

Musim panas 2012 nanti, Disneyland Hongkong akan membuka Grizzly Gulch, wahana baru dengan peluncur di atas tanah (terrain coaster) yang melaju cepat melintasi kawasan. Dua tahun berikutnya, taman hiburan yang tahun lalu mendapat pengunjung terbesarnya sebanyak 5,9 juta orang ini akan membuka wahana lain bernama Mystic Point. Wahana ini akan menghadirkan dunia eksentrik para petualang serta benda-benda eksotis dan misterius yang dikoleksi dari seluruh penjuru dunia.

Setelah upacara pembukaan di depan pintu masuk selesai, saya dan beberapa pengunjung lain langsung mengantri di depan stasiun “Hong Kong Disneyland Railroad” untuk berfoto bersama Mickey dan Minnie Mouse. Peminatnya sangat banyak, tapi saya beruntung cepat masuk ke jalur antrian sehingga dalam sekejap sudah berada di tengah-tengah rangkaian antrian manusia.

Setelah menghabiskan waktu hampir setengah jam (karena menunggu ke-14 wartawan Indonesia berfoto bersama Mickey), saya dan kawan-kawan naik kereta api Disneyland yang berputar mengelilingi kawasan.

Turun dari kereta, rombongan “Indonesian Media Fam 2012” langsung menuju Toy Story Land. Saya sempat melewati sebuah tempat yang didesain sebagai tempat berteduh bernuansa negeri Pixie Hollow. Ternyata ini merupakan salah satu tempat meet and great bersama tokoh Disney. Pada sore hari, di beberapa titik tertentu, para tokoh Disney seperti Tinker Bell akan hadir melayani permintaan foto penggemarnya yang rela berdiri di antrian panjang.

Dari Toy Story Land (baca kisahnya di sini), saya melewati Storybook Shoppe, tempat dongeng boneka tangan, di dekat Sleeping Beauty Castle. Saya tidak sempat menikmatinya. Permainan komedi putar Dumbo The Flying Elephant dan Cinderella Carousel jelas saya lewati. Tapi yang saya sesali adalah tidak sempat mencoba wahana It’s Small Word.

Dunia Liar

Di Adventureland, Anda bisa pergi ke Theater in the Wild, Tarzan’s Treehouse atau ke Jungle River Cruise. Saya pergi ke Jungle River Cruise, tempat pengunjung diajak mengelilingi sungai dengan sebuah perahu berkapasitas sekitar 20 orang.

Sepanjang perjalanan, saya bertemu dengan aneka ragam hewan, mulai dari hewan bertubuh besar sampai hewan buas. Ada keluarga gajah yang gemar berendam di air terjun sambil menyemburkan air. Setelah itu perahu memasuki kuil tua dengan laba-laba raksasa dan ular kobra yang menari-nari di pinggir sungai.

Selepas kuil, saya disambut sekawanan buaya yang, untung saja, tidak menyerang perahu dan memangsa orang-orang di atasnya. Binatang lain yang tak kalah mengerikan adalah keluarga gorilla yang berteriak-teriak begitu perahu melintas.

Tapi perlu dicatat, hewan-hewan yang saya temui di atas bukan binatang hidup. Mereka adalah figur bergerak yang dibuat dengan teknologi canggih. Ukuran, bentuk tubuh sampai tekstur kulitnya persis seperti binatang asli. Begitu juga dengan efek suara dan gerakan masing-masing figur. Inilah yang membuat saya kagum. Pengunjung seolah dibawa melintasi kawasan hewan-hewan buas.

Lalu menjelang akhir petualangan, perahu yang saya tumpangi memasuki kawasan gunung berapi. Kabut tebal warna putih penutup pandangan. Perahu berjalan pelan, lalu setelah kabut tadi perlahan hilang, saya sudah berada di samping kawasan berbatu yang saling menyemburkan api dan asap secara bergantian.

Usai mengarungi Jungle River Cruise di Adventureland, pakaian Anda bisa jadi akan basah karena ada beberapa efek cipratan air di sepanjang lintasan sungai yang di tengahnya terdapat rumah kediaman Tarzan. Tapi beruntung saya tidak basah kuyup.

Dari Adventureland, saya menyaksikan parade “Flight of Fantasy”, lalu bergegas ke tempat pertunjukan tiga dimensi Mickey’s Philhar Magic. Selama film diputar, pengunjung dengan kaca mata khusus seolah-olah berada di dalam film. Empat layar yang berjajar panjang di depan silih-berganti menyajikan gambar tiga dimensi.

Efek angin dan cipratan air saya rasakan, seolah layar itu tak berbatas. Dan di akhir cerita, Donald Bebek terlempar keluar dari layar, lalu tersangkut di tembok di belakang penonton. Begitu semua mata menoleh ke belakang, figur Donald Bebek benar-benar sedang meraung-raung kesakitan karena kepalanya menjebol tembok. Menakjubkan!

Aksi lain yang tak kalah hebatnya adalah The Golden Mickey. Ini adalah pertunjukan drama musikal yang ditata apik dengan paduan lagu-lagu khas Disney. Semua tokoh kartun Disney muncul silih-berganti.

Panggung yang dilengkapi dengan layar-berlapis menampilkan atraksi seni yang digarap tanpa cela. Tarian dan atraksi yang dipadu dengan gambar-bergerak-digital semakin mempesona mata. Saat masuk ke pertunjukan The Little Mermaid, gelembung-gelembung udara memenuhi seisi ruang teater, membawa para pengunjung ikut masuk ke dunia bawah laut.

Untuk bisa menikmati dua pertunjukan tersebut, Anda harus benar-benar memaklumi jadwal pertunjukannya. Saya rekomendasikan keduanya, karena sayang kalau dilewati begitu saja.

Tomorrow Land

Dari Fantasyland, saya melanjutkan petualangan di Tomorrowland. Sambil menunggu dibukanya wahana yang ada, saya sempat menyaksikan pertunjukan musik dengan peralatan ala kadarnya. Grup musik yang menamakan diri “Jammitors” ini terdiri dari tiga orang pemain alat musik tabuh, satu di antaranya sudah cukup berumur.

Peralatan yang digunakan wadah dari alumunium. Semula saya menduga ketiga orang ini adalah petugas sampah, tapi ternyata mereka pemain musik khusus Disneyland. Meskipun hanya menggunakan kaleng dan dua ember, musik yang dihasilkan selama sekitar sepuluh menit membuat saya tergoda merekamnya sampai tuntas.

Anda bisa menikmati penampilan musik mereka di video berikut:

Menjelang malam, masih di Tomorrowland, saya mencoba dua wahana, yaitu Stitch Encounter dan Space Mountain. Bila Anda masuk ke Stitch Encounter, Anda akan mengira layar besar di depan akan menampilkan film atau simulasi luar angkasa. Perkiraan itu tidak tepat, karena apa yang disajikan adalah interaksi antara animasi digital dengan para pengunjung.

Di areal bertempat duduk pendek ini, Stitch seakan menjadi makhluk hidup yang bisa ngobrol panjang-lebar dengan satu dua pengunjung yang dipilih acak. Saya membayangkan simulasi digital tersebut digerakkan oleh seorang talent di balik layar yang langsung dicitrakan ke dalam bentuk animasi digital berwujud Stitch.

Setelah itu, alih-alih mencoba permainan Buzz Lightyear yang katanya kurang menantang buat orang dewasa, saya memilih Space Mountain. Di wahana ini, pengunjung naik ke atas kereta berbentuk pesawat luar angkasa. Pesawat itu lalu melesat cepat di atas rel lintasan dalam ruang tertutup yang gelap gulita. Saya merasakan sensasi kengerian karena, dalam keadaan gelap, pengunjung tidak tahu ke arah mana kereta berbelok dan apa yang akan terjadi di depan sana—turunan tajam atau lintasan berputar.

Dari gelap, suasana sekitar berubah dengan bintang dan benda-benda luar angkasa. Nama wahana ini, Gunung Luar Angkasa, benar-benar terasa sensasinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini