Bendungan, Harapan Baru Warga NTT (#KunkerPresiden 5)

Presiden Jokowi melihat gambar dan rancangan bendungan. (@iskandarjet)

Yohanes, 43 tahun, tak berhenti tertawa sepanjang Presiden Jokowi menyampaikan sambutan di acara peresmian pembangunan Bendungan Rotiklot, Senin (28/12). Apalagi ketika presiden kelahiran Solo ini menyinggung janji Menteri Pekerjaan Umum yang akan menyelesaikan pembangunan bendungan minimal tiga tahun ke depan.

“Masyarakat kalau menteri kasih janji gini diingat-ingat. Nanti kalau belum selesai… Awas!” Kata Jokowi disambut tawa Yohannes dan seribu lebih masyarakat setempat yang ikut menyaksikan seremoni tadi siang.

Petani asal Desa Rotiklot yang punya lima hektare sawah itu berharap bisa panen padi lebih banyak saat bendungan seluas itu beroperasi di tahun 2018. “Sekarang saya cuma bisa panen sekali, Pak. Itu pun nunggu air hujan,” ujarnya dengan nada lirih.

Ya. Masalah terbesar masyarakat di NTT adalah air. Hampir di semua kabupaten mengalami masalah yang sama, yaitu minimnya irigasi dan sumber air untuk bercocok tanam maupun beternak, termasuk di Dusun Rotiklot, Desa Fetuketi, Kabupaten Belu, NTT.

Presiden Jokowi diserbu wartawan saat memantau lokasi pembangunan Bendungan Rotiklot. (@iskandarjet)

Faktor geografis ikut memperparah kekeringan di kepulauan NTT. Curah hujan yang sedikit dan hanya berlangsung satu bulan dalam setahun, mempersulit para petani dan peternak.

Solusinya, pemerintah akan membangun tujuh bendungan di NTT. Dengan adanya bendungan, ungkap Jokowi, petani yang tadinya hanya satu kali panen bisa jadi tiga kali. “Tapi rencana tujuh bendungan ini jangan ditulis wartawan ya. Nanti provinsi lain cemburu,” seloroh Presiden yang disambut gelak tawa hadirin.

Presiden juga mengingatkan bahwa kedaulatan pangan hanya bisa dicapai lewat lumbung-lumbung pangan. “Lumbung-lumbung pangan kuncinya hanya satu ada air. Air itu akan ada jika ada bendungan dan waduk,” ujar Jokowi.‎

Yohanes bercerita, dia dan mayoritas warga lainnya mengandalkan hidup dari hasil pertanian. “Minimal kami punya dua hektare sawah untuk tanam padi,” kata Yohanes.

Bendungan Rotiklot merupakan bendungan kedua di NTT yang dirancang dapat menampung 2,9 juta kubik air. Bendungan pertama di Raknamo diresmikan pembangunannya tahun lalu di atas lahan dua ribu hektare lebih. Acara peresmian bendungan di lahan satu hektare itu dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum, Mensesneg dan Panglima TNI. Raknamo ditargetkan beroperasi akhir tahun ini.

Sebelum meninjau lokasi, Jokowi secara simbolik membagikan sembako untuk warga yang hadir. Lalu rombongan bergerak ke pinggir areal bendungan yang dipenuhi oleh para pekerja.

Pengelolaan Sumber Air

Saat beroperasi nanti, Bendungan Rotiklot diharapkan dapat memenuhi kebutuhan irigas 139 hektar lahan sawah dan 500 hektar lahan palawija. Presiden juga menginginkan kehadiran bendungan itu dapat memenuhi kebutuhan air bersih dan pembangkit listrik bagi masyarakat sekitar.

Dalam lima masa tugasnya, Jokowi menargetkan pembangunan 65 bendungan, 16 di antaranya saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

Saat saya bertanya ke warga lain soal masalah ketersediaan air ini, Dedi yang tinggal di Rotiklot menilai pemerintah daerah tidak memperhatikan sumber air yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Sebenarnya sumber air di sini banyak. Tapi tidak dimaksimalkan pengelolaannya. Justru pohon-pohon banyak ditebang jadi tambah kering,” kata Dedi

Dengan kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan, lanjutnya, banyak warga setempat yang mencari makan di negara tetangga, Timor Leste.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini