Hari Jumat (25/5) lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkunjung ke Pondok Modern Darussalam Gontor di Mlarak, Ponorogo. Keesokan harinya, muncul sebuah kicauan di Twitter dari akun bernama Mitrandhir yang menyebutkan bahwa Menteri SMI membawa cek dalam jumlah besar dan ditolak mentah-mentah oleh Kyai Pondok.

https://twitter.com/501garuda/status/1000117373779591170

Kicauan bertanda ‘info valid’ itu dilengkapi dengan foto Menteri SMI yang, di mata saya sebagai penggiat literasi digital, memperkuat tendensi @501garuda untuk menyerang sosok yang sedang dibidik.

Saya cek jumlah pengikutnya tidak sampai lima ribu akun. Tapi kicauan tersebut mendulang lebih dari 1.500 interaksi, 160 di antaranya berupa percakapan antar-pengguna Twitter. Penyebabnya ada dua: tudingannya teramat seksi, melibatkan dua nama besar (Menkeu dan Gontor), dan banyak akun-akun berpengikut besar yang ikut menyebarkannya.

Apalagi dalam kicauan lanjutannya, Mitrandhir menuding Menkeu sedang mencoba membeli atau menyuap Gontor, tapi gagal total.

Benarkah tudingan vulgar tersebut?

Untuk memastikan kebenaran celotehan Mitrandhir, saya bergegas meminta konfirmasi ke pihak Kementerian Keuangan dan teman-teman yang mengajar di Gontor. Menurut Hanif Hafiz, salah seorang guru senior Gontor, apa yang ditulis oleh akun tersebut benar-benar bohong.

“Nggak benar sama sekali. Itu orang (maksudnya admin @501garuda) jelas terang-terangan memojokkan Gontor dan Pak Kyai Hasan,” jawab Hanif.

Faktanya, Menkeu Sri Mulyani disambut hangat oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal. Setelah Tarawih, sebagaimana tradisi dalam menyambut tamu-tamu besar lainnya, Gontor menggelar acara “Silaturrahim dan Buka Puasa Bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor” di Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor (BPPM). Acara ini disiarkan langsung oleh Gontor TV lewat Youtube.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Saat kunjungan menkeu, kebetulan hanya santri kelas 5 dan 6 (setingkat kelas 11 dan 12 SMA) yang masih ada di pondok. Santri kelas empat sampai kelas satu sedang libur panjang selama 50 hari, mulai dari 10 hari sebelum Ramadhan sampai 10 hari Syawwal nanti. Bu Menteri ‘beruntung’ masih bersua dengan siswa kelas akhir yang hari ini menjalani wisuda kelulusan untuk kemudian balik ke rumah masing-masing.

Usai memberikan sambutan dan semangat belajar untuk para siswa, ada acara penyerahan bantuan untuk peningkatan sarana dan prasarana pondok. Penyerahan bantuan itu disaksikan oleh semua hadirin, termasuk SMI yang berkunjung ke Gontor bersama suaminya, Tonny Sumartono, dan Sekjen Kementerian Keuangan Hadiyanto.

Buat pondok dan para santri, rangkaian acara kunjungan tamu seperti itu sudah biasa. Saat saya nyantri di Gontor pun, banyak sekali tamu besar dan pejabat dari dalam dan luar negeri silih-berganti mendatangi pondok, memberikan sambutan di hadapan santri, lalu memberikan bantuan untuk pembangunan pondok.

Setelah memberikan sambutan, Sri Mulyani menuliskan kesan dan pesannya selama berkunjung ke Gontor, lalu tulisan tangan dalam bingkai itu dibacakan oleh Kiai Hasan. Setelah itu, kedua belah pihak saling memberikan cenderamata berupa plakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dari dua perusahaan, yaitu dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar Rp 150 juta dan dari PT Penjaminan Insfrastruktur Indonesia sebesar Rp 100 juta.

menteri sri mulyani ke gontor
Pak Hasan dan Pak Syamsul menerima secara simbolis bantuan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. (gontortv)

Bantuan untuk pembangunan pondok itu diserahkan langsung oleh pimpinan perusahaan dan diterima dengan baik oleh Pak Hasan dan Pak Syamsul, disaksikan oleh Menkeu dan para santri.

Setelah itu acara selesai.

Gontor selama ini sangat terbuka dengan bantuan dari luar, sepanjang diberikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pondok. Acara penyerahannya pun dilakukan secara terbuka, dilakukan di hadapan para santri, sebagai bagian dari pendidikan untuk mereka.

menteri sri mulyani ke gontor
Bantuan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia. (gontortv)

Mungkinkah ada acara penyerahan cek lanjutan seusai acara di BPPM? Sulit membayangkan seorang tokoh bertamu ke Gontor, memberikan bantuan diam-diam atau hanya diketahui oleh Pimpinan Pondok. Apalagi dibumbui dengan berita penolakan dan ‘diceramahin habis-habisan’.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti juga menegaskan bahwa tudingan itu tidak benar sama sekali.

“Itu fitnah. Fitnah besar buat Bu Menteri,” tegas Frans.

Dia membantah Menkeu membawa cek dalam jumlah besar ke Gontor. Frans mengaku tidak habis pikir dengan adanya serangan terhadap Menteri Sri Mulyani. Pihaknya masih mencari tahu sosok di balik akun penyebar fitnah tersebut.

2 thoughts on “Benarkah Gontor Tolak Bantuan Sri Mulyani?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.