Bawaku

pada sejuta bayang ku beredar bergetar berpijar
terungkap satu wajah terpendam di dalamnya citra berbeda
ku putar kembali gelombang, kupejamkan gelembung putih
membentuk garis jangkar
terungkap dua wajah bersinar darinya sekian ingin berbeda

ku sandarkan di bawah pohon ke satu titik pijak
di tengah lingkaran semua terlihat mudah
untuk siapa saja memilih bergerak ke sisi mananya…
tapi untukku tidak!

pada pijakan ini aku menunggu apapun yang datang menuntun
tangan terkepal tapi tiada tenaga terengkuh
hanya mereka yang membawaku ke kanan, aku ke kanan
karena dia yang menggiringku ke kiri, aku ke kiri

entah siapa diri itu
tak tahu siapa diri ini
tak bergerak diam dalam terendak
kecuali lilin itu dinyalakan, dia siap dihilangkan

ramai kembali ketika ramai kembali
sepi menyepi terasa ramai sendiri
gembira menyapa bersama senang bertandang
sedih hatinya sungguh hati sedih adanya

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini