Ada Polisi, Para Pengendara Motor Ini Putar Balik di Ruas Busway

Saya geleng-geleng kepala menyaksikan aksi mereka. Begitu keluar dari terowongan Kebayoran Lama ke arah Permata Hijau, Selasa pagi (19/4) lalu, beberapa pengendara sepeda motor yang menerobos jalur khusus bis TransJakarta terlihat sedang berbalik arah.

Saya langsung menebak, di depan sana pasti ada polisi yang sedang menilang penerobos Busway.

Jalan di depan kampus Binus Simprug ini memang selalu macet karena ada pertigaan Simprug Garden yang menghambat laju kendaraan. Setelah melewati kemacetan, barulah saya melihat tiga orang polisi sedang menilang dua motor dan dua mobil. Lokasi tilang berada persis di atas jembatan layang jelang lampu merah Permata Hijau.

Saya berhitung, jarak dari depan kampus Binus yang menjadi titik awal jalur Busway (dan tempat motor keluar jalur) ke lokasi tilang sekitar 1,2 kilometer. Artinya, pesepeda motor yang nekat menerobos busway itu melawan arus jalan sepanjang satu kilometer lebih.

Target mereka sederhana: agar bisa bebas dari cengkeraman polisi yang beroperasi menghadap para pelanggar aturan lalu-lintas. Motor-motor yang masuk busway belakangan sudah pasti ikut putar arah begitu melihat motor di depannya berbalik arah.

Tidak tak lama setelah kelompok pertama penerabas jalan ini berlalu, dua mobil diikuti beberapa motor kembali memasuki Busway. Dan seperti mudah ditebak, dua mobil itu kena tilang polisi, sedangkan motor-motor di belakangnya berbalik arah, ngacir melawan arus sejauh satu kilometer lebih ke titik awal pintu masuk busway.

Mungkin setelah itu masih ada kelompok peseda motor lainnya yang melakukan aksi yang
sama dengan tujuan yang sama: Ogah ditilang polisi!

Gak kebayang kalau pada saat mereka berbalik arah ada bus yang sedang lewat dalam kecepatan tinggi atau sedang menurunkan penumpang di halte depan kampus. Motor-motor itu boleh jadi tetap nekat nyempil di sisi kiri bus agar bisa keluar dari jalur yang sekarang sudah ditutup dengan pembatas setinggi setengah meter itu.

Dulu, waktu pembatas Busway masih setinggi mata kaki, motor-motor akan dengan bebas melintasi pembatas begitu ada polisi berjaga di depan. Sekarang, jalur TransJakarta lebih steril karena pembatasnya dibuat lebih tinggi dan tak terputus.

Tapi buat pesepeda motor di Jakarta, pembatas tinggi yang membentang panjang mengamankan Busway itu seakan tidak ada artinya. Mereka bisa berbalik arah agar terhindar dari polisi.

Ini videonya:

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini